Kajian Eksperimental Kemampuan Daya Hantar Kalor Campuran Styrofoam, Kulit Jengkol dan Semen putih SebagaiAlternatif Bahan Isolator

Sofwan Hariady, M. Amien Fauzie, Sukarmansyah Sukarmansyah

Abstract


Abstrak : Styrofoam atau plastik busa masih termasuk golongan plastik.
Umumnya Styrofoamberwarna putih dan terlihat bersih, Bentuknya juga simpel
dan ringan (Khomsam, 2003). Styrofoam dihasilkan dari campuran 90-95%
polystyrene dan 5-10% gas, Angka konduktivitas termal Styrofoam rata-rata
diperoleh sebesar 0,095W/m°C.Bahan-bahan serta komposisi campuran yang
dirancang terdiri dari kulit Jengkol dan Semen putih (gray cement).Ada 5 bahan
campuran yang akan diuji, dengan perbedaan jumlah campuran styrofoamdengan
ketebalan 10 mm. Styrofoam dan kulit jengkol yang telah dipotong-potong
atau dicacah-cacah hingga kecil ukurannya di campur dengan semen putih
sebagai perekat, lalu dimasukan kedalam tempat adonan, kemudian dicampur
air secukupnya, dilanjutkan dengan pembentukkan benda uji. Konduktifitas
termal isolator styrofoam dengan variasi kulit jengkol dan semen putih diuji
denganmenggunakan heater yang dilengkapi dengan box yang terbuat dari bahan
triplek, Styrofoamdan keramik.Alat ukur yang digunakan adalahThermocouple
Digital.
Dari hasil pengujian, pada variasi campuran 20 gram styrofoam dan 30 gram
kulit jengkol temperatur yang terbaca oleh thermocouple digital untuk daya
yang sama sebesar 48 0C, sedangkan pada variasi campuran 40 gramstyrofoam
dan 10 gramkulit jengkol temperatur permukaan yang terbaca 36 0C, ini berarti
bahwa benda uji dengan variasi campuran 40 gram styrofoam dan 10 gram
kulit jengkol memiliki faktor penghambat ( isolator ) yang lebih
baik.Konduktifitas Termal dengan variasi campuran bahan Isolator. adanya
perbedaan harga konduktifitas termal antara pengujian pertama sampai dengan
ke pengujian kelima dengan perbedaan campuran Styrofoam dan kulit jengkol
yang memiliki nilai konduktifitas termal terendah terdapat pada pengujian yang
kelima dengan nilai konduktifitas termal 0,598W/m0C, sedangkan yang tertinggi
pada pengujian yang pertama dengan nilai konduktifitas termal 0,673W/m 0C.
Dapat disimpulkan bahwa campuran styrofoam yang lebih banyak dan jumlah
kulit jengkol yang lebih sedikit didapat nilai temperatur yang rendah diatas benda
uji dan nilai konduktifitas termalnya menjadi lebih rendah.
Kata Kunci : Styrofoam, kulit jengkol, isolator.


Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.52333%2Fdestek.v2i2.6

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

p.ISSN:2303-212X

e.ISSN:2503-5398